Articles by "STARTUP"
Tampilkan postingan dengan label STARTUP. Tampilkan semua postingan
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat, Ini Penyebabnya - Indonesia sebagai negara berkembang dikenal sebagai lahan yang cukup subur dan bisa dijadikan tujuan investasi. Bagaimana tidak, kekayaan yang dimiliki negeri ini saja sudah cukup mengundang minat para investor asing. Apalagi dengan pembangunan yang diharapkan dapat lebih baik dalam hal birokrasinya? Bila benar-benar dibangun sebagai negara dengan tata birokrasi yang baik, didukung dengan kebijakan pemerintah yang terbuka terhadap pemilik modal asing (PMA), bukan tidak mungkin Indonesia akan diserbu oleh banyak investor asing setiap harinya yang berniat melipatgandakan modal mereka dengan menanamkan sahamnya di perusahaan di Indonesia.
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat
Pertumbuhan Investor Indonesia Lambat

Dilema Penanaman Modal di Indonesia

Memang tidak bisa dipungkiri, kebijakan yang terlalu longgar akan sangat memperluas jalan masuk PMA untuk menanamkan modal yang secara nominal besar-besaran, dan ini akan berdampak negatif  bagi Indonesia sendiri. Misalnya, pertanian sebagai salah satu sektor besar di Indonesia akan terkikis bersama dengan sektor non industri lainnya. Hal ini disebabkan karena PMA lebih banyak menanamkan modal di investasi sektor industri yang jelas membutuhkan banyak pekerja. Lowongan kerja di sektor industri terlihat lebih menyenangkan dan menggiurkan bagi para pemuda desa, sehingga mereka lebih memilih untuk bekerja di kota sebagai buruh daripada meneruskan usaha persawahan milik orang tuanya. Pada akhirnya, hasil pertanian kita menjadi merosot, padahal kebutuhan kita terhadap hasil pertanian selalu meningkat. Keadaan ini yang akhirnya menyebabkan banyaknya kasus impor kebutuhan pokok seperti yang terjadi sekarang ini. Tidak hanya pertanian, begitu pula dengan sektor peternakan.

Meski begitu, bukan berarti sektor industri harus dimusnahkan begitu saja. Ada beberapa hal yang harus dibenahi dari sistem birokrasi kita untuk lebih memberdayakan masyarakat asli Indonesia. Salah satunya dengan menarik minat pemilik modal dalam negeri untuk berinvestasi di dalam negeri dengan memberikan keuntungan dari dana yang ditanam, namun juga membantu pertumbuhan dalam negeri. Mengapa? Dengan modal yang dimiliki berasal dari luar, otomatis keuntungannya tidak dinikmati oleh masyarakat Indonesia, tetapi dinikmati para pemilik modal tersebut. Pada akhirnya PMA tersebut justru akan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi negaranya, bukan negara Indonesia.

Sosialisasi terhadap masyarakat Indonesia mengenai pentingnya investasi tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan faktor masyarakat Indonesia yang cenderung ingin mendapat keuntungan besar dalam waktu singkat tapi risiko yang diterima relatif kecil. Dukungan terhadap faktor ini berasal dari gaya hidup masyarakat kita yang cenderung konsumtif, lebih nyaman dengan keadaan saat ini meskipun tahu bahwa produk yang dikonsumsi merupakan barang impor. Bahkan tidak jarang masyarakat kita lebih berbangga menggunakan produk impor daripada produk domestik. Dengan kenyamanan seperti ini, rasanya mustahil membujuk masyarakat untuk mau berinvestasi di Indonesia, karena risikonya masih tergolong tinggi. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang turut mendukung mengapa jumlah investor di pasar modal Indonesia berjalan dengan sangat lambat untuk berkembang. Apa saja? Ini dia:

1. Rendahnya Tingkat Kepercayaan Pada Lembaga Keuangan

Faktor pertama adalah tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi atau lembaga keuangan belum bisa optimal. Kurangnya informasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai pentingnya berinvestasi secara sederhana saja masih kurang, bagaimana dengan investasi di pasar modal? Selain itu, masalah keamanan dana nasabah masih sangat rawan. Masih hangat dalam ingatan kasus Bank Century yang melenyapkan triliyunan dana milik nasabah dan hingga saat ini kasusnya belum mencapai kesepakatan penyelesaian akibat berbagai halangan. Kemudian dari kriminalitas yang mungkin terjadi sehari-hari adalah pembobolan kartu debit maupun kartu kredit milik nasabah yang masih kerap terjadi sehingga ini jelas merugikan nasabah. Tak jarang juga terjadi kasus penipuan kartu ATM yang setiap hari selalu mengisi laporan perkara di kantor kepolisian.

2. Sosialisasi yang Tidak Merata

Faktor kedua adalah sosialiasi pasar modal yang masih sangat rendah bahkan terkadang hanya dipusatkan pada beberapa kota besar dan di Pulau Jawa. Padahal pemilik modal tersebut tidak hanya berada di wilayah Jawa yang terkenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi negara. Sosialisasi ini kurang menyebar dan kurang memberikan informasi dan edukasi secara mendalam. Selain itu pelaksanaannya terkadang hanya merupakan formalitas dan tidak terjadi kesinambungan. Infrastruktur pendukung investasi pun hanya berpusat pada beberapa wilayah tertentu, tidak tersebar secara merata. Informasi yang relevan terkait dengan pasar modal dan saham pun masih sulit diakses masyarakat luas baik karena konten yang kurang memberikan informasi secara lengkap atau juga bisa karena infrastruktur yang belum mencapai daerah-daerah tertentu.

3. Birokrasi yang Berbelit-Belit

Prosedur yang ditetapkan untuk berinvestasi dinilai masih terlalu rumit dengan kewajiban pengisian formulir investasi yang cukup tebal dan mau tidak mau harus berhubungan dengan banyak pihak dan meminta kemampuan dari pemilik modal tersebut yang dikatakan akan mempermudah proses investasi, contohnya adalah kemampuan penggunaan IT dalam bertransaksi. Namun prosedur yang rumit ini sebenarnya merupakan langkah untuk memproteksi diri pemilik modal sehingga lebih menjamin keamanan bagi mereka sendiri.

4. Menganggap Investasi = Riba

Terkadang, bagi umat muslim, investasi kerap disamakan dengan riba atau penimbunan yang dikenal sebagai salah satu kegiatan yang sangat dilarang secara agama. Mungkin yang perlu dipertegas di sini adalah investasi bukanlah penggandaan uang meski sekilas terlihat sama karena pemilik modal tidak terlibat secara langsung dalam jalannya roda perusahaan. Investasi yang masuk dalam sebuah perusahaan merupakan modal bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatannya mulai dari penyediaan tempat kerja, pembelian bahan baku, pengadaan penelitian, peluncuran produk, program tanggung jawab sosial, dan kegiatan perusahaan lainnya dalam rangka menawarkan produk, menjualnya, dan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan atau bisnis produk tersebut.

Dana investasi tersebut tidak hanya diam di dalam perusahaan lalu dengan sendirinya menggandakan diri namun digunakan untuk pembiayaan perusahaan. Keuntungan yang didapat nantinya akan dibagi sesuai dengan kontrak antara perusahaan dan pemilik modal. Bahkan terkadang keuntungan ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai namun diberikan dalam bentuk penambahan lembar saham bagi pemilik modal sesuai dengan proporsi modal mereka dalam sebuah perusahaan.

5. Lebih Suka Barang yang Terlihat

Faktor kelima adalah masyarakat Indonesia belum terbiasa untuk berinvestasi pada barang yang tak terlihat. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai jenis investasi yang jelas-jelas terlihat wujud barangnya sehingg mereka lebih bisa merasa aman dan nyaman karena mereka sendiri yang memegang barang investasi tersebut. Sebut saja emas sebagai perhiasan, tanah (sertifikat tanah), atau mungkin membangun sebuah usaha yang jelas-jelas akan memberikan keuntungan dari manfaat yang secara nyata ditawarkan kepada konsumen (misalnya dengan membangun sebuah rumah kontrakan, membangun kos di wilayah dekat kampus, dan lain-lain).

6. Menganggap Investasi Hanya untuk Orang Kaya

Faktor keenam adalah anggapan bahwa investasi hanya dapat dilakukan oleh kaum tertentu, lebih diperjelas lagi bahwa kaum konglomerat dengan dana yang melimpahlah yang memiliki hak dan kemampuan untuk melakukan investasi. Pemikiran ini bisa juga terjadi karena penanaman modal di suatu perusahaan meski diperbolehkan dengan nominal yang kecil mungkin tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi investor. Mungkin karena nominalnya terlalu kecil atau karena tidak semua perusahaan memberikan keuntungan dalam bentuk uang tunai tapi dalam bentuk lembar saham baru yang mana bila ingin mendapatkan keuntungan dalam bentuk uang tunai, investor sendirilah yang harus menjual saham tersebut.

7. Tidak Sabar Dalam Berinvestasi

Terakhir, pemikiran masyarakat Indonesia yang belum mengarah pada kedewasaan atau drive to maturity. Sifat seperti serakah dan tidak sabar membuat masyarakat sering kali menempatkan dirinya pada posisi yang salah dengan memilih investasi yang bohong dan jelas-jelas menipu. Investasi ini secara masif terjadi di Indonesia dengan menjanjikan keuntungan yang besar, waktu yang cepat, cara kerja yang mudah, dan merupakan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh siapa saja hanya dengan membayar sejumlah ‘modal awal’. Tak jarang bisnis seperti ini pada akhirnya hanya akan menghilangan modal para masyarakat yang berinvestasi pada bisnis bohongan ini. Masyarakat akan merasa tertipu dan memiliki trauma untuk melakukan investasi lagi. Padahal hal ini jelas bisa dihindari dengan pengetahuan investasi yang cukup dan memilih bisnis yang terdaftar di IDX.

Perluas Pengetahuan Anda Tentang Investasi

Beberapa faktor tersebut merupakan alasan dan faktor yang mendukung jumlah investor di pasar modal Indonesia cenderung bergerak lambat. Untuk dapat menanggulangi hal ini, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperluas pengetahuan mengenai investasi, mulai dari pengertian, pengenalan bisnis yang aman dan terdaftar sesuai dengan hukum, mengenalkan hukum yang melindungi pemilik modal, hingga tata cara untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan yang aman. Semoga kesalahan masyarakat yang pernah terjadi berkenaan dengan masalah investasi bisa menjadi cermin bagi pembaca dalam menghindarkan diri dari investasi palsu dan mulai mencermati mana investasi asli dan aman.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia - Kehadiran internet dalam kehidupan kita membuat segala sesuatunya jadi lebih mudah, cepat, dan serba instan. Segala sesuatu dapat segera kamu ketahui dan bagikan hanya lewat satu gadget yang kamu genggam. Keuntungan lainnya dari kehadiran internet adalah membuka lapangan pekerjaan dan kemungkinan untuk menjadi pengusaha jadi lebih lebar. Semua orang bisa menjadi memulai usaha sendiri tanpa perlu membuka toko dalam bentuk fisik. Hanya bermodalkan toko secara online, kamu sudah bisa menghasilkan banyak uang.
Marketplace Terpopuler Di Indonesia
Marketplace Terpopuler Di Indonesia

Terdapat sangat banyak cara untuk memulai usaha secara online, salah satunya adalah dengan memanfaatkan marketplace yang sudah ada. Kamu tidak perlu pusing memikirkan cara membuat blog atau website sendiri, yang perlu kamu lakukan hanya mendaftarkan toko online kamu di marketplace tersebut. Saat ini sangat banyak marketplace yang beredar di dunia maya. Saking banyaknya, mungkin kamu jadi bingung, yang mana sih yang harus kamu pilih? Nah, kalau kamu masih bingung, berarti kamu adalah orang yang tepat untuk membaca tulisan ini. Jadi, inilah 6 marketplace terpopuler di Indonesia berdasarkan informasi dari Techinasia.com.

1. Tokopedia

Buat kamu yang sering nonton tv atau bermain di dunia maya, pasti nama ini sudah gak asing lagi deh. Pemasaran marketplace yang satu ini sangat gencar dilakukan dan iklannya juga menarik jadi mudah untuk diingat. Marketplace ini merupakan penguasa pasar lokal Indonesia setelah berhasil mengalahkan 2 raksasa marketplace sebelumnya, yaitu Plasa.com milik Telkom-ebay dan Multiply milik MIH. Sejak berdiri pada tahun 2009 hingga sekarang, Tokopedia sudah memiliki lebih dari 770 ribu produk dan telah menjual total 13,4 juta barang pada tahun 2014. Dipimpin oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, marketplace ini berada di ranking 32 se-Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

2. BukaLapak

BukaLapak adalah pesaing berat dari Tokopedia. Kedua marketplace ini adalah contoh dari marketplace yang telah berhasil menembus persaingan dengan marketplace lainnya dan menjadi salah satu marketplace paling populer di Indonesia. Website yang didirikan oleh Achmad Zaky ini sudah memiliki lebih dari 400 ribu barang aktif. Jumlah transaksinya dalam satu hari sudah mencapai angka Rp500 juta. Saat ini BukaLapak tidak hanya bisa diakses dengan website saja, tetapi juga melalui aplikasi mobile, sehingga memudahkan penggunanya. BukaLapak ada di posisi ke 43 di Indonesia berdasarkan ranking Alexa.

3. Qoo10 Indonesia

Marketplace ini merupakan hasil kerjasama dari perusahaan online ternama ebay dengan marketplace asal Korea Selatar Gmarket. Pada tahun 2013, marketplace ini sudah berhasil mendapatkan USD2.5 juta atau Rp33 miliar per bulannya. Bertambah 500 persen dari penghasilannya tahun sebelumnya. Saat ini, Qoo10 menempati posisi ke 156 di Indonesia menurut ranking Alexa.

4. Elevenia

Website ini terhitung masih baru di ranah marketplace Indonesia. Awal pertama kali marketplace ini beroperasi adalah tanggal 1 Maret 2014. Elevenia merupakan hasil kerjasama dari XL Axiata dengan perusahaan layanan online dan mobile asal Korea Selatan SK Planet. Meski masih terhitung anak baru, namun Elevenia sudah memiliki tempat tersendiri di marketplace Indonesia dengan bermodalkan USD18.3 juta dari kedua perusahaan pemodal, Elevenia optimis untuk menjadi situs marketplace yang menguasai pasar Indonesia dalam jangka panjang. Saat ini Elevenia berada di ranking 157 di Indonesia menurut ranking Alexa.

5. Lamindo Indonesia

Satu lagi website marketplace baru di Indonesia, Lamindo Indonesia dengan berbekalkan pengalaman dari rocket Internet masuk ke dalam ranah marketplace di Indonesia. Perusahaan ini menggunakan pengaturan teknis seperti Lazada Indonesia. Sehingga namanya di laman Lamindo pun adalah Lamindo by Lazada. Marketplace ini ada di ranking ke 443 di Indonesia versi ranking Alexa.

6. Rakuten Belanja Online


Rakuten Belanja Online awalnya berada di bawah naungan MNC Group, sebuah perusahaan media raksasa di Indonesia. Namun saat ini Rakuten sudah berpisah dengan MNC dan mulai berjalan sendiri. Anak perusahaan dari raksasa e-shopping Jepang ini masih yakin dan optimis bahwa dia akan mendapatkan pasarnya tersendiri di marketplace Indonesia. Ranking yang diraih Rakuten saat ini adalah ke 447 di Indonesia menurut ranking Alexa.

Bisnis Online Menguntungkan

Memulai bisnis biasanya memerlukan modal yang cukup besar agar bisa berjalan, namun atas kehadiran internet, sekarang kamu bisa memulai bisnis tanpa perlu banyak modal atau bahkan tanpa modal satu peserpun. Dengan menggunakan jasa marketplace, kamu bisa membuka bisnis online-mu dengan mudah. Dan pastinya sangat menguntungkan karena internet bisa dijangkau oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja, sehingga kemungkinanmu untuk meraih keuntungan lebih besar. Jadi, bisnis online bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan bagi kamu.
Ingin Memulai Usaha? Lakukan 8 Cara Ini - Modal usaha dimiliki banyak orang. Akan tetapi, tidak sedikit orang gagal memanfatkannya dengan baik. Alih-alih usaha berkembang baik, justru modal usaha hangus begitu saja. Bisa jadi, kesalahan yang terjadi karena kurang tepatnya seseorang dalam mengalokasikan modal. Selain itu, bisa juga karena orang tersebut tidak mampu bertahan melawan tantangan membangun usaha serta tidak mengelola modalnya dengan benar.
Ingin Memulai Usaha
Ingin Memulai Usaha

Berikut ini referensi yang perlu Anda perhatikan ketika ingin membangun usaha dengan baik.

1. Cari Role Model 

Orisinalitas dalam membangun sebuah usaha memang dibutuhkan. Akan tetapi, tidak serta merta Anda mengabaikan referensi untuk Anda berpijak. Untuk itu, carilah role model atau mencari contoh model usaha yang telah sukses. Kemudian, pelajarilah dengan baik. Namun demikian, jika Anda tidak menemukan, bisa jadi bentuk usaha Anda tidak pernah berhasil sebelumnya. Tidak ada salahnya mencoba, asalkan Anda lebih realistis saja.

2. Cari Rekan Kerja

Ada pepatah mengatakan bahwa dua kepala lebih baik daripada satu. Untuk itu, carilah rekan kerja untuk Anda ajak diskusi. Biasanya ide kreatif akan muncul saat Anda sering melakukan brain storming. Kehadiran rekan kerja juga untuk menyokong Anda dari segi pendanaan. Biasanya, untuk memulai (start-up) membutuhkan modal yang tidak sedikit. Bantuan ide dan modal tersebut tentunya akan membuat Anda lebih ringan dalam memikul beban memulai usaha. Tindakan tersebut adalah upaya preventif menanggulangi kebangkrutan dan lilitan hutang yang biasanya dialami oleh orang yang memulai usaha.

3. Kerja Keras

Memulai usaha seringkali membuat Anda memulai semuanya sendiri. Misalkan saja, Anda membuka rumah makan. Anda bisa saja mencoba menjadi pelayan untuk mengetahui sifat konsumen dan strategi pelayanan sebelum akhirnya nanti Anda mampu untuk mengangkat pegawai. Pekerjan yang bisa dikatakan ditanggung sendiri dulu ini memang melelahkan. Jangan khawatir, lembur dan rasa lelah ini akan terbayar. Kerja keras pasti akan berbuah hasil yang manis.

4. Waktu Adalah Uang

Pepatah tersebut perlu Anda amalkan dalam menjalankan usaha. Misalkan saja, Anda memberikan harga Rp50.000,00 untuk satu jam waktu yang Anda pakai. Contohnya, Anda memerlukan waktu satu jam untuk mengantarkan barang ke pelanggan Anda. Jika Anda bisa meminta jasa pengiriman untuk mengantarkan barang Anda dengan Rp10.000,00, lebih baik Anda menempuh cara itu. Waktu yang tidak Anda pakai tadi lebih baik Anda gunakan untuk keperluan yang lebih penting. Hal itu disebut dengan efisiensi waktu. Sehingga Anda dapat bekerja lebih efektif.

5. Cari Karyawan Terbaik

Untuk membuat usaha lebih berkembang, cobalah untuk merekrut karyawan. Tentunya jika Anda sudah memiliki cukup modal. Anda tidak dapat terus-menerus menjalankan usaha sendirian. Saat Anda merasa usaha Anda sudah cukup siap, rekrutlah karyawan.

Namun, Anda juga perlu berhati-hati dan selektif dalam memilih karyawan. Hal pertama dan yang terpenting adalah mencari karyawan dengan sikap (attitude) yang baik. Selebihnya, pastikan calon karyawan bersedia untuk membantu Anda mencapai visi dari usaha Anda.

 6. Pelayanan Yang Paling Utama

Biasanya, orang akan menggunakan jasa atau memakai produk yang Anda hasilkan jika Anda memberikan pelayanan terbaik kepada mereka. Intinya adalah menjalin hubungan dengan komunikasi yang baik. Bersikaplah jujur dan transparan. Dengan begitu kepercayaan akan tumbuh. Saat kepercayaan itu muncul, Anda akan lebih mudah untuk melakukan promosi. Tidak mengapa jika Anda mematok harga yang tinggi. Yakinkan bahwa Anda pun akan memberikan pelayanan terbaik. Sehingga usaha Anda dapat terus berkembang.

7. Buat Perhitungan 

Untuk memulai usaha, pastikan Anda memperhitungan semuanya dengan terperinci. Maksudnya, Anda tahu berapa bayak uang yang Anda butuhkan untuk membangun usaha. Misalnya, saat Anda akan membangun sebuah toko, hitung berapa harga sewa toko, gaji karyawan, hingga hal remeh-temeh seperti harga pembersih lantai dan biaya bola lampu. Lalu, masukkan anggaran itu dalam jumlah hari produktif Anda membuka usaha dalam satu tahun. Sehingga Anda akan mengetahui angka dasar dan jumlah penghasilan minimal per hari yang harus Anda dapatkan. Jika tidak memenuhi, Anda perlu berpikir ulang untuk memulai usaha tersebut.

8. Selalu Update Informasi Terbaru 

Anda perlu untuk selalu mengikuti informasi termutakhir dan perkembangan zaman. Dalam hal ini mencakup penggunaan teknologi yang kian berkembang. Misalnya untuk menyimpan data penjualan Anda, gunakanlah komputerisasi awan untuk menjaga data Anda tetap aman dan abadi. Selain itu, gunakanlah media sosial sebagai ajang promosi. Atau mungkin, Anda dapat menggunakan aplikasi dalam ponsel pintar untuk memudahkan.

Semua Tergantung Pada Komitmetmen Anda

Langkah-langkah diatas memang tidak menjamin Anda akan menjadi pengusaha sukses nantinya, namun dapat membantu Anda bagaimana memulai usaha dengan mengurangi resiko-resiko yang tidak perlu. Karena suksesnya Anda tidak hanya tergantung dari cara dan langkah-langkah diatas, namun pada semua komitmen dan konsistensi Anda terhadap usaha yang Anda bangun.